Park Si Yeon Lebih Bahagia Karena Coffee House

December 5, 2010 at 1:10 pm | Posted in drama korea, Film | Leave a comment

Park Si Yeon mengaku dia kini lebih bahagia dengan peran barunya di serial Coffee House. Serial ini diakuinya memberi perubahan besar, dia jadi lebih perhatian pada detil syuting seperti kostum dan aksesori. Si Yeon bahkan memesan baju khusus untuk perannya secara online. Kita simak penuturannya tentang cinta dan kebahagiaan berikut ini.

Dalam serial besutan sutradara Pyo Min Soo, karakter dalam Coffee House adalah sosok nyata. Mereka mengekspresikan apa yang dirasakan, dan itu adalah cinta. Nama besar Pyo Min Soo menjadi suatu jaminan untuk hal-hal semacam itu. Coffee House adalah serial yang dibuat ketika sutradara Min Soo sedang memikirkan bagaimana caranya dia bisa lebih bahagia, dan Park Si Yeon sebagai aktris utama tanpa ragu mengatakan kalau dia kini lebih bahagia.

Coffee House bisa disebut serial pertama yang menampilkan karakter utama wanitanya sebagai sosok yang bisa disebut romantis.
Itu suatu hal yang menarik. Dia tidak ragu-ragu untuk mengatakan tidak suka pada seseorang jika memang benar-benar tidak menyukainya. Begitu pula sebaliknya kalau dia menyukai seseorang, dia akan mengatakannya terus terang.

Selain itu, dia adalah sosok yang sempurna serta sangat pemilih untuk referensi kopi.

Saya suka sekali kopi dan buku. Saya tidak mempunyai banyak kesempatan untuk membaca, tapi yang pasti harus ada kopi, buku, dan tidur. (Tertawa) saya menyukai hal-hal yang berbau pribadi, tapi juga pada sesuatu yang bisa menghubungkan setiap orang. Dia bukan karakter standar yang membuatku main jatuh cinta padanya. Saya merasa dia bisa melakukan apa saja, dan pikiranku dipenuhi hal-hal semacam itu. Saya bahkan memikirkan apa yang dikenakannya dan memesan pakaian secara online untuknya. Sebenarnya, ini pertama kalinya saya memesan barang secara online. Saya ingin menampilkan (karakter) sampai pada level-level seperti itu. Saya ingin mencoba semuanya, saya merasa ambisius karena dia tidak seperti karakter yang kumainkan dulu.

Peran yang kamu mainkan ini sangat berbeda dengan peran-peranmu sebelumnya, tapi masyarakat meresponnya dengan baik.

Kurasa karena karakter peran Eun Young yang menyenangkan. Saya belum pernah memerankan karakter seperti dia sebelumnya.

Pasti kamu kesulitan menggunakan tiga bahasa sekaligus?
Saya sama sekali tidak bisa bahasa Jepang, tapi teman mengajariku dan itu menyenangkan. Berbicara tidak menggunakan bahasa Korea. Sementara untuk bahasa Inggris, saya merasa bisa karena pernah sekolah ke Amerika Serikat. (Tertawa) Saya berharap bisa lebih bagus.

Selain serial yang kamu mainkan, apa yang kamu lakukan supaya tetap bahagia?

Jujur, ini pertama kalinya saya bisa bersenang-senang saat bekerja. Saat memerankan karakter yang “gelap”, saya merasakan perasaan yang luar ketika berada di lokasi syuting. Sutradara meminta supaya nuansa gelap dipertahankan. Saya diminta untuk tidak makan selama beberapa hari dan mengeluarkan emosi seperti di ambang ingin bunuh diri. Hal tersebut membuatku merasa khawatir terhadap apa yang kulakukan, tapi sekarang saya benar-benar menikmati keadaan. Saya biasanya bekerja dengan orang yang sama selama ini dan tidak sering mengganti staf, orang-orang yang berada di sekelilingku mengatakan ini pertama kalinya mereka melihatku perhatian pada segala hal hingga masalah kostum. Saya biasanya memakai apa yang diberikan padaku, tapi kali ini saya memilih pakaian yang kukenakan. Saya yang memang suka mandi akan membaca skenario sambil mandi, dimana hal tersebut membantuku menghafalkan dialog. Saya berlatih dengan marah, berteriak atau kehilangan emosi atau tertawa. Begitulah saya menikmati hari-hariku sekarang ini. Saya menikmatinya.

Melihat dari reaksi penonton atas peranmu, seperti semuanya berjalan seperti yang kamu harapkan.

Ya, Anda benar. Haha.

Serial ini masih berkutat tentang kisah cinta, yang merupakan hal biasa sebenranya namun ada saja yang sulit menjalaninya. Sebenarnya cinta itu mengenai apa?
Yang terutama adalah ketika dua orang tidak menghargai satu sama lain, maka salah satu akan mengabaikan keberadaan lainnya dan hubungan itu jadi berantakan. Selanjutnya, kita harus saling percaya satu sama lain. Jika Anda ingin keduanya sejalan, maka itu membutuhkan waktu (supaya tercipta kondisi tersebut). Semua hubungan yang sifatnya interpersonal akan seperti itu, tapi hubungan asmara membutuhkan keduanya.

Terkadang penonton mendapati sesuatu yang “kasar”, mungkin dari dialognya yang kuat. Tapi ketika melihat serial yang menjadi ciri khas Pyo Min Soo dan Noh Hee Kyung ini, saya merasa seperti ada deklarasi atau desakan, bahwa “seperti inilah cinta”.

Bagiku, dari semua serial yang ditulis Noh Hee Kyung, dialog dalam Goodbye Solo begitu melekat dalam ingatanku. Mungkin karena karakter utama yang berumur 20 – 30  tahun itu begitu menyenangkan, sunbae Bae Jong Ok (aktor veteran di Goodbye Solo) ketika itu mengatakan, “Pasti berat, menjadi orang muda”. Sekarang saya bisa mengerti perasaan semacam itu.

Hal semacam itu mungkin hanya diucapkan orang-orang yang mencinta seseorang dalam level fundamental.

Saya pertama kali bertemu sutradara di tempat parkir. Saya khawatir dia tidak mengenaliku. Jadi saya tidak menatap matanya secara langsung ketika menyapa (sambil lalu-red). Saya melihat kesini, dia melihat arah lain dan berjalan melewati masing-masing. Tapi ketika mendengarkan dia berbicara, saya merasa seperti ada banyak kesamaan diantara kami. Sering kali saya melihatnya begitu mudah memahami emosi seseorang. Itu salah satu caranya memberi perhatian.

Dengan adanya serial dan awal baru, apa yang kamu harapkan?
Saya ingin menghayati perannya hingga orang-orang memanggilku dengan namanya. Orang-orang berkata, “Eun Young di Coffee House kemarin….” Saya ingin menjadi seorang aktor yang bisa tampil beda setiap waktu, seperti menggambar sebuah gambar baru di setiap lembar kertas kosong. Saya juga ingin mereka tahu kalau saya orangnya ceria.

Apa kamu sekarang bahagia?
Tentu saja, saya bahagia. Haha.

Jadi Pasangan Main Lee Beom Soo di Roadkill

Film baru Si Yeon tahun ini adalah film thriller yang mengisahkan pencuri taksi, Roadkill. Dia diapuk menjadi pemeran utama bersama aktor Lee Beum Soo (Giant). Film ini diproduseri Kwang Kyung Taek (Friend, Love, Friend Our Legend) dan disutradarai Jung Hwoi Seok, sementara syuting film dimulai April 2010 lalu. Ini akan menjadi kerja sama kedua Si Yeon dengan Kyung Taek setelah Love, serta comeback Beum Soo ke layar lebar setelah Descendants of Hong Gil Dong tahun 2009. Bersamaan dengan Coffee House, Si Yeon juga membintangi serial khusus berjudul Red Candy dimana dia terlibat cinta terlarang dengan pria beristri.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: